I. Komponen dasar mekanisme ratchet
Mekanisme ratchet terutama terdiri dari ratchet, pawl, swing rod dan stop pawl. Bagian-bagian ini bekerja sama satu sama lain untuk mewujudkan fungsi mengubah gerakan rotasi terus menerus atau gerakan bolak-balik menjadi gerakan loncatan searah.
Ratchet: Ratchet adalah roda gigi dengan permukaan bergigi kaku atau permukaan yang muncul di tepi luar atau dalam, dan merupakan komponen kunci dalam mekanisme ratchet. Di Pengikat Tali Ratchet 2" E track , ratchet biasanya dirancang sebagai komponen tetap pada poros penggerak yang dihubungkan ke tali pengikat, dan permukaan bergeriginya digunakan untuk bekerja sama dengan pawl untuk mencapai rotasi intermiten.
Pawl: Pawl adalah komponen aktif dalam mekanisme ratchet yang digunakan untuk menggerakkan ratchet agar berputar. Pada tali pengikatnya, pawl biasanya digerakkan oleh batang ayun. Saat batang ayun diayunkan, pawl akan dimasukkan ke dalam alur gigi roda ratchet, mendorong roda ratchet hingga berputar dengan sudut tertentu.
Batang ayun: Batang ayun adalah komponen masukan dari mekanisme ratchet, yang digunakan untuk memberikan energi untuk ayunan bolak-balik atau putaran terus menerus. Pada sabuk pengikatnya, lengan ayun biasanya dihubungkan ke pegangan pengoperasian, dan pengguna menggerakkan lengan ayun untuk memutar melalui pegangan pengoperasian, sehingga menggerakkan pawl dan ratchet untuk bekerja.
Stop pawl: Stop pawl (atau non-return pawl) digunakan untuk mencegah ratchet bergerak ke arah yang tidak perlu diputar. Ketika lengan ayun memutar ke arah yang berlawanan, pawl penghenti akan dimasukkan ke dalam alur gigi ratchet untuk mencegah ratchet berputar berlawanan arah jarum jam, sehingga mewujudkan fungsi mengunci satu arah.
2. Prinsip kerja mekanisme ratchet
Prinsip kerja mekanisme ratchet didasarkan pada hubungan yang serasi antara pawl dan ratchet. Ketika lengan ayun memutar searah jarum jam, pawl dimasukkan ke dalam alur gigi ratchet di bawah aksi pegas atau beratnya sendiri, mendorong ratchet untuk memutar sudut tertentu. Pada saat ini, stop pawl meluncur di bagian belakang gigi ratchet dan tidak ikut serta dalam transmisi. Ketika lengan ayun diayunkan berlawanan arah jarum jam, pawl meluncur di bagian belakang gigi ratchet dan tidak mendorong ratchet untuk berputar. Pada saat yang sama, penghenti pawl dimasukkan ke dalam alur gigi ratchet untuk mencegah ratchet berputar berlawanan arah jarum jam. Oleh karena itu, mekanisme ratchet mewujudkan fungsi transmisi intermiten satu arah.
Dalam Pengikat Tali Ratchet track 2" E, prinsip kerja ini diterapkan secara cerdik pada pemasangan dan pengikatan barang. Pengguna menggerakkan lengan ayun untuk mengayun melalui pegangan, kemudian menggerakkan pawl untuk menggerakkan roda ratchet agar berputar, sehingga sabuk pengikat dikencangkan dan barang terpasang dengan benar. Saat sabuk mengikatnya perlu dilonggarkan, pengguna hanya perlu mengoperasikan pegangan ke arah berlawanan untuk membuat lengan ayun berputar ke arah berlawanan. Pada saat ini, pawl meluncur melewati bagian belakang gigi roda ratchet dan tidak mendorong roda ratchet untuk berputar, sedangkan pawl penghenti mencegah roda ratchet berputar berlawanan arah jarum jam, sehingga menjaga kondisi pengencangan sabuk pengamannya tidak berubah. Dengan mengoperasikan pegangan berulang kali, pengguna dapat dengan mudah memperbaiki dan melepaskan ikatan barang.
3. Kebijakan dan penerapan ratchet
Mekanisme ratchet memiliki keunggulan struktur sederhana, pembuatan mudah, pergerakan andal, dan sudut yang dapat disesuaikan. Pada Ratchet Strap Tie-Down 2" E track, penerapan mekanisme ratchet membuat tie-down belt memiliki keunggulan sebagai berikut:
Penguncian satu arah: Karakteristik transmisi satu arah dari mekanisme ratchet memungkinkan sabuk mengunci secara otomatis setelah pengencangan untuk mencegah barang kendor atau terjatuh.
Transmisi intermiten: Karakteristik transmisi intermiten dari mekanisme ratchet memungkinkan sabuk pengikat dikencangkan secara bertahap, menghindari kerusakan atau mengganggu barang yang disebabkan oleh pengencangan satu kali.
Mudah dioperasikan: Mekanisme ratchet sederhana dan nyaman dioperasikan, dan pengguna dapat dengan mudah mengamankan dan melepaskan ikatan barang hanya dengan mengoperasikan pegangannya.
Kemampuan beradaptasi yang kuat: Mekanisme ratchet dapat menyesuaikan sudut dan gaya pengencangan sesuai kebutuhan, dan cocok untuk mengamankan barang dengan berbagai bentuk dan berat.
Selain itu, mekanisme ratchet juga banyak digunakan di berbagai peralatan mesin dan mesin otomatis untuk pengumpanan intermiten atau rotasi meja putar, serta dongkrak, penggerak sepeda satu arah, derek manual, dll.